Pesan Gembala di MDPJ Online Februari 2021

MDPJ – 6 Februari 2021
Pdt. Dr. Ir. Niko Ntjotorahadjo

Shalom
Kita bertemu kembali dalam bulan yang kedua dari Tahun Integritas.

Tuhan menunjuk kita untuk menjadi the Messengers of the Third Pentecost.
Hal ini adalah karena kita adalah insan Pentakosta.
Namun banyak jemaat dari kita yang tidak mengerti kalau kita ini adalah insan Pentakosta.
Oleh karena itu saya disuruh Tuhan untuk memanggil Tim Teologia agar mereka dapat menyusun suatu pemaparan tentang siapa itu insan Pentakosta.

Diantara tim teologia, Dio adalah yang berusia muda. Saya memilih Dio sebagai wakil dari anggota tim teologia. Dio juga mewakili host dari Voice of Pentecost. Para host dari VoP adalah anak-anak muda. Mereka-mereka ini adalah Generasi Yeremia. Saya percaya bahwa generasi Yeremia akan bangkit.

Orang yang punya integritas akan berbicara dan melakukan seperti apa yang ia percaya. Kita percaya kita adalah bagian dari aliran Pentakosta Klasik, oleh karena itu kita berbicara dan melakukan sebagai orang Pentakosta. Hal ini tidak gampang, tetapi saya berdoa agar setiap kita lulus.

Tuhan menuntut setiap kita untuk punya integritas.
1. Pastikan bahwa kita mengasihi Tuhan Yesus, takut akan Tuhan.
Orang berintegritas tidak akan berpura-pura, munafik seperti orang Farisi.
Saya memperingatkan kepada para pengkhotbah, para guru dan para worship leaders. Kita harus jujur dalam pengajaran dan kesaksian kita. Jangan bersaksi tentang apa yang kita tidak alami. Dan bagi para worship leaders, jangan menyanyikan sesuatu padahal hanya pura-pura.
Kita dapat menyampaikan sesuatu dengan dibungkus sedemikian indah, orang tidak tahu, tetapi ingat bahwa Tuhan tahu!
Saya bicara seperti ini karena sayapun mengalami dan saya minta ampun. Mungkin ada yang berpikir itu adalah hal yang sepele/kecil. Ingat hal tersebut sangat serius dihadapan Allah.

Psa 15:4 yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi.

Kita harus punya integritas, jujur, mengatakan apa adanya, walaupun rugi.

Mazmur 26:1-7
Dari Daud. Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu.
Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.
Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.
Aku tidak duduk dengan penipu, dan dengan orang munafik aku tidak bergaul;
aku benci kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat, dan dengan orang fasik aku tidak duduk.
Aku membasuh tanganku tanda tak bersalah, lalu berjalan mengelilingi mezbah-Mu, ya TUHAN,
sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring, dan menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib.

Sebagai orang yang jujur dan tulus, Daud berani berkata: Selidiki aku.

Saya ingat akan sebuah lagu yang Tuhan berikan kepada saya waktu saya masih muda

Sermon Digest