Full of Grace and Truth

Hari / Tanggal : Minggu, 01 Maret 2020
Ibadah Raya : 08.00 – 09.45
Pembicara : Pdt.Jerry Lubis
Tema : Full of Grace and Truth
Ayat : 2 Korintus 3: 18

2 Korintus 3: 18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Yohanes 1 : 1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan allah dan Firman itu adalah Allah.
Kita harus menjadi serupa seperti Yesus. Menjadi seperti Yesus berarti semakin selaras dengan firmanNya karena Yesus adalah firman Allah yang hidup. Untuk menjadi seorang pemenang di akhir – akhir ini, kita hidupi firman Tuhan karena Firman itu sangat begitu penting bagi kita.

Yohanes 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang di berikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Firman Allah itu hidup oleh sebab itu kita harus hidup di dalam FirmanNya karena di dalam Firman penuh kasih karunia dan kebenaran. Kasih karunia dan kebenaran itu bicara tentang Tuhan Yesus sendiri. Andy Stanley berkata : Jesus did not come to strike a balance between grace and truth. He brought the full measure of both. Tuhan sempurna dalam kasih karunia dan kebenaran, kita? Kita belumlah sempurna namun kita harus terus belajar keseimbangan antara kasih karunia dan kebenaran sehingga pada sehingga kita menjadi sempurna.
Pada kitab injil ada berbagai macam sudut pandang, tergantung di lihatnya dari mana namun tujuannya sama yaitu berbicara tentang Yesus. Kita melihat Tuhan mungkin dari satu sisi dari Anugrah saja namun ada orang lain yang melihat Yesus dari kebenaran, ini sering berbenturan namun semuanya itu benar oleh sebab itu kita perlu orang lain untuk sampai pada kesempurnaan.

Ada beberapa Quote mengenai Grace and Truth :
Chris Hodges : Truth without grace is mean; grace without truth is meaningless. Trusth without grace is condemnation. Grace without truth is compromise. Truth without grace breeds self-righteousness and crushing legalism. Grace without truth breeds deception and moral compromise.

Kita harus bertumbuh di dalam Tuhan, pada waktu kita bertumbuh di dalam Tuhan, pada akhirnya kita menjadi sempurna seperti Yesus.

Kita harus menjadi high grace and high truth di mana ketika memilik ini maka kita bisa mem-empowered orang lain untuk mengerti kasih karunia dan kebenaran.

Tidak ada yang bisa mencela Yesus meskipun berulang – ulang di perhadapkan berbagai macam peristiwa. Di Yohanes 8: 1-9 dalam peristiwa inipun banyak ahli taurat dan orang farisi mencobai Yesus mengenai seorang perempuan yang kedapatan berjinah namun Yesus menang dari peristiwa itu dengan tidak menghukum perempuan itu dan berkata jangan berbuat dosa lagi. Ini membuktikan bahwa Tuhan Yesus penuh anugrah (kasih karunia) dan kebenaran.

Kita harus memahami kasih karunia dan kebenaran sehingga kita menjadi balance (seimbang), pada akhirnya kita menjadi sempurna seperti Yesus.
TUHAN YESUS MEMBERKATI !!

Sermon Digest