Kerajaan yang Tak Tergoncangkan

Hari / Tanggal : Minggu, 12 Januari 2020
Ibadah Raya : 10.00 – 12.00
Pembicara : Pdt.Onna Tahapary
Tema : Kerajaan yang tak tergoncangkan
Ayat : ibrani 12: 25 – 29

Menjelang kedatangan Tuhan ke -2 kalinya, banyak orang yang kurang ajar di hadapan Tuhan. Di Ibrani 12 : 25 Mereka yang belum mempunyai pengetahuan akan Firman Tuhan dan menolak DIA tidak akan luput dari penghakiman, apalagi kita yang sudah mempunyai pengetahuan firman Tuhan namun masih main – main, kita akan tetap masuk dalam penghakiman.

Kita harus jaga diri kita supaya jangan menolak Tuhan karena penghakiman akan datang kepada kita. Menolak : Parateomai : jangan menolak siapa yang datang kepada kita. Kalau Tuhan datang kepada kita, jangan di tolak, jangan di cela dan jangan mencari alasan untuk tolak Tuhan dan Firman. Tuhan mati di dalam posisi yang tidak bercela karena Tuhan tidak pernah bersalah. Rancangan Tuhan tidak pernah salah kepada kita karena rancangan Tuhan luar biasa buat kita. Jika kita menolak dan mencela Tuhan dan FirmanNya dengan alasan apapun maka kita akan menerima segala konsekuensi yang datang kepada kita.
Tuhan tidak bisa di goncang, dan Tuhan mampu mempunyai kuasa untuk menggoncangkan apa saja oleh sebab itu Tuhan tidak bisa di permainkan oleh kita.
Kita harus memposisikan diri untuk terus takut kepada Tuhan karena Tuhan kita adalah Tuhan yang teruji dari satu masa ke masa lain sampai sekarang. Kita harus hanya berharap kepada Tuhan yang tergoncangkan.

Kerajaan : Basilea : pemerintahan yang berdaulat ; dominasi Tuhan atau kuasa mutlak Tuhan. artinya Kerajaan yang mempunyai sangat berdaulat dan mempunyai kuasa mutlak. Tidak tergoncangkan : tidak bisa di goyang ; tidak bisa di gulingkan.

Kerajaan Allah tidak tergoncangkan oleh sebab itu kita yang sudah menerima Tuhan maka kita harus :
1. Mengucap syukur.
Kita sedang ada di dalam kerajaan Allah yang tidak tergoncangkan. Kita sedang berada di dalam jalur yang aman karena ada perlindungan Tuhan buat kita.
2. Beribadah kepada Tuhan.
Beribadah : Lapreio ; melayani Tuhan dalam kemerdekaan ; menyembah Tuhan dalam ketaatan.
Banyak orang yang melayani tidak dalam kemerdekaan melainkan masih terikat pada dosa, pelanggaran, kejahatan dll. karena menolak Tuhan. Semakin menerima firman Allah dan memahami Tuhan maka kita berada dalam posisi merdeka dalam melayani dan beribadah.

Beribadah yang sebenarnya adalah ketaatan kepada Tuhan di manapun kita berada. Tuhan tidak bisa di lawan maka kita harus takluk di bawah kepemerintahan Tuhan dan harus teruji dalam ketaatan kita dalam mnerima setiap firman yang datang kepada kita. Ibadah yang sejati adalah memutuskan untuk tidak mengeluarkan kata – kata yang tidak benar, memutuskan tidak melakukan dosa lagi, tidak menghindari apa yang Tuhan ajarkan kepada kita.
Jika kita tidak menjaga diri dan menolak firman Allah maka kita akan berhadapan Allah sebagai api yang menghanguskan (Ibrani 12:29). Tuhan akan tuntun kita dari hari demi hari untuk memahami DIA dan beribadah dengan hormat dan takut akan DIA, tujuannya adalah supaya kita tidak mengalami api yang menghanguskan.

1Petrus 2:15 – 16 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang – orang yang bodoh. Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan- kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

Kita harus terus di dalam posisi takut dan gentar kepada Allah dan kita harus hidup dalam kebenaran sehingga kita mengalami kemerdekaan yang sejati.
Kemerdekaan : Eleutaeria : hidup sebagai mana seharusnya kita hidup bukan hidup yang mana semaunya kita hidup.
Dosa awalnya manis namun pahit dan menggiring kita kepada kebinasaan. Jika kita hidup dalam Kristus maka kita tidak boleh hidup seenaknya / sembarangan saja tapi harus hidup sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Orang yang hidunya smbarangan maka tidak pernah takut akan Allah sehingga akan di perhadapkan dengan api yang menghanguskan.

Resolusi yang kita bangun dalam hidup kita adalah hidup takut dan gentar akan firman Allah dan hidup benar kepada Tuhan serta memahami Tuhan yang sebenarnya.
Jika kita hidup dalam kebenaran maka kita akan bisa menyembah Tuhan setiap saat dan hidup dalam kemerdekaan sehingga kita tidak di perhadapkan dengan api yang menghanguskan.
Maelakhi 3: 13-18 (Perikop : Kemenangan terakhir bagi orang benar).
Banyak orang yang main hitung untung – rugi kepada Tuhan, jikalau kita melakukan itu maka kita berbicara kurang ajar kepada Tuhan.
Biarlah kita menjadi orang yang takut dan gentar kepada Allah sampai pada akhirnya Tuhan menyambut kita dan kita di luputkan dari api yang menghanguskan.
TUHAN YESUS MEMBERKATI !!

Sermon Digest

Our Videos