Mati menjadi Hidup

Hari Minggu Tanggal : 7 April 2019
Ibadah Jam : 08.00 – 09.30
Pembicara : Pdt. Lim Lim
Tema : Mati Menjadi Hidup
Ayat : Yesaya 38:1-5

Tanggal 26 dan 27 Maret 2019, GBI Sudirman mengadakan HMC ,di Sekolah Bala Keselamatan di kota Palu.
Tanggal 26 = dihadiri 465 murid + 30 guru
Tanggal 27 = dihadiri 337 murid + 10 guru (+)
Total = 802 Murid + 40 guru
Dalam HMC ini banyak siswa yang dijamah Tuhan, bertobat dari berbagai dosa seperti pornografi,kekerasan dll. Dan banyak yang antusias ikut Group W.A HMC sesudah acara itu.
HMC telah memberkati banyak siswa dan guru, karena kerjasama yang baik dari panitia,fasilitator,pemusik,pembicara dan semua yang terlibat. Selesai acara HMC, gereja kita menghadiri peresmian pembangunan Gereja Bala Keselamatan di desa Rogo.Gereja ini dibangun dengan sistem konstruksi dari baja ringan untuk mengantisipasi gempa .Sistem yang sama akan diterapkan pada gereja yang lain, termasuk Gereja Bala Keselamatan di desa Roweiga.

Yesaya 38:1-5 Hizkia sakit dan disembuhkan.
1. Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.“
2. Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.
3. Ia berkata: “Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.
4. Maka berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya.
5. “Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi,”

Dalam ayat 3, kata menangislah Hizkia menunjukkan keadaan hati Hizkia yang hancur.
Hari-hari ini TUHAN sedang mencari hati yang hancur. Hati yang hancur adalah hati orang yang sedang menghadapi kondisi yang sangat sulit, yang secara manusia kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi. tak ada harapan.tetapi tetap berdoa dan berharap. Tuhan memperpanjang umur Hizkia 15 tahun lagi. Keputusan TUHAN bisa berubah ketika melihat hati yang hancur.

Bila Anda dalam posisi tersebut, menangislah. Keputusan Allah yang berubah bukanlah berarti plin-plan, atau berubah-ubah,mengapa? jawabannya adalah: Bahwa semata-mata kita berharga di mata TUHAN. Kita adalah sahabat TUHAN, ketika malaikat jatuh dalam dosa ,TUHAN membuang malaikat. Tetapi ketika manusia jatuh dalam dosa, TUHAN mencari kita bahkan rela mati bagi kita.

Apapun persoalan kita,seperti Hizkia yang divonis mati. Tetapi ketika mencucurkan airmata,hancur hati, percayalah TUHAN bisa merubah keputusanNya.Bukan hanya sembuh,tetapi juga diperpanjang 15 tahun. Silahkan renungkan apa makna “15 tahun” bagi kita.
Selain Hizkia memiliki hati yang hancur,di ayat 3, Hizkia memiliki mezbah yang dipanjatkan, yaitu hidup di hadapan TUHAN dengan setia,tulus hati dan melakukan yang baik di hadapan Allah. Kita masih punya waktu untuk menaikkan mezbah yang benar dan harum di hadapan TUHAN. Kita harus menjadi kita yang lebih baik di mata TUHAN. Firman TUHAN ini untuk semua kita,kita harus berubah dan memberikan persembahan terbaik kita.

Yesaya 1:18
18. Marilah, baiklah kita berperkara! –firman TUHAN–Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

TUHAN YESUS MEMBERKATI !!

Sermon Digest

Our Videos