Membangun Penguasaan Diri

Hari Minggu Tanggal : 31 Maret 2019
Ibadah Jam : 10.00 – 12.00
Pembicara : Pdt. DR.Julius Ishak Abraham
Tema : Membangun Penguasaan Diri
Ayat : Pengkotbah 7:9

Musuh kita paling besar adalah iblis namun musuh yang paling dekat adalah diri kita sendiri, oleh sebab itu kita harus mampu menguasai diri kita sendiri. Banyak gelombang dan badai kehidupan banyak orang tidak dapat menguasai diri, kalau sudah demikian manusia cenderung emosi, khilaf, bunuh diri, pukul orang bahkan membunuh orang. Jika kita punya Yesus, tidak ada istilah bunuh diri pada waktu mengalami badai hidup karena Yesus adalah jalan keluar dari badai hidup.

Benci dan amarah menetap dada orang bodoh, berada dalam kegelapan.
Pengkotbah 7:9 jangalah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.
1 Yohanes 2:9 Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.
1 Yohanes 3:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

Benci atau amarah tidak bisa di lihat manusia tapi Tuhan tahu apa yang ada di dalam hati kita. Dalam Kejadian 4: 5b-8 Kain marah / benci kepada Habel dengan muka yang muram. Tuhan sudah bertanya dan menasehati kepada Kain namun Kain tetap marah kepada Habel, pada akhirnya Kain membunuh Habel. Dalam Kejadian 4:11-12 setelah Kain membunuh Habel, Kain mendapat kutuk.

Abram mendapatkan janji Tuhan bahwa keturunannya akan banyak seperti bintang di langit dan pasir di laut. Pada waktu Abram sedang menanti janji Tuhan yang tak kunjung tergenapi, Abram menyimpang dengan menghampiri Hagar karena di suruh Sarai, sehingga mengandung. Hagar memandang rendah Sarai, sehingga Sarai benci kepada Hagar pada akhirnya Sarai menindas Hagar. Hagar melahirkan seorang anak yang bernama Ismael yang artinya keledai liar (Kejadian 16 : 4-6 ; 12). Hal yang kita pelajari dari peristiwa ini adalah pada waktu Sarai benci kepada Hagar maka Sarai menindas Hagar, begitupula dalam diri kita, pada waktu ada kebencian maka kita akan menindas orang yang kita benci.
Kita sebagai orang kristen, hati kita harus di isi dengan Firman Tuhan dengan takut akan Allah. Seandainya punya anak, kita harus mendidik anak kita untuk takut akan Allah.
Dengan nasihat Tuhan, agar kita lambat marah dan jangan berbuat dosa.
Yakobus 1: 19-20 Hai saudara – saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tapi lambat untuk berkata – kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

Dalam dunia pengetahuan ada IQ, EQ dan SQ, apakah maknanya?
IQ : Jiwa = Akal. EQ : Emosi = roh. SQ (spirirtual Question) : Emosi + Roh
Survei membuktikan orang yang pakai IQ (akal saja) maka mundur hidupnya. EQ : orang yang memakai hatinya (emosinya) namun sewaktu – waktu bisa uncontrol karena kemampuan manusia semata. Apabila orang membuka hatinya untuk Rohnya Tuhan maka bisa menjadi lebih baik dalam mengontrol emosinya sehingga kehidupannya lebih baik.
Musuh manusia adalah : kedagingan, keinginan mata, kesombongan.
Allah mau kita menjadi orang yang dapat mengendalikan diri, menolak hawa nafsu daging, hidup dalam kekudusan.
Amsal 14:29 Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa yang cepat marah membesarkan kebodohan.
Amsal 16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Don’t just go to church, be the church. Jadikan diri kita rumah Allah dengan bersungguh menyembah dalam roh dan kebenaran.
Hati (roh) negatif – jiwa (akal) negatif : kegagalan.
Hati (roh) positif – jiwa (akal) negatif => sedikit berhasil.
Hati (roh) positif + jiwa (akal) positif : berhasil dan beruntung.

Kita harus bisa mengalahkan kedagingan, keinginan mata dan kesombongan, barulah kita bisa mengalahkan sesuatu yang besar.
TUHAN YESUS MEMBERKATI !!

Sermon Digest

Our Videos