Jangan takut gagal

Hari Minggu Tanggal : 17 Maret 2019
Ibadah Jam : 10.00 – 12.00
Pembicara : Pdt. Daniel A.S
Tema :
Ayat : 1 Raja 19: 1-3

Elia adalah seorang nabi yang di pakai Tuhan dengan luar biasa pada jamannya. Melalui Elia, bangsa Israel kembali menyembah kepada Tuhan Allahnya. Namun setelah melakukan hal yang luar biasa, Elia takut kepada ancaman Izebel kemudian Elia lari ke padang gurun, ini membuktikan bahwa Elia adalah manusia yang biasa.
Pelajaran yang bisa kita ambil dari Elia adalah jika sudah sukses, jangan pernah merasa sukses terus menerus karena suatu waktu kita bisa lemah karena kita adalah manusia biasa yang tidak bisa konsisten dalam hidup dan tidak ada yang bisa kita banggakan selain bermegah di dalam Tuhan.

1 Raja 19:1-3 Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang di lakukan Elia dan perihal membunuh semua nabi itu dengan pedang, maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: “Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu.” Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.

Semua yang baik dari Tuhan bisa hilang begitu saja karena ada satu masalah dalam hidup kita, ini terjadi oleh Elia di mana Elia sudah melakukan perkara besar, dalam sekejap Elia lupa kebaikan Tuhan dan peristiwa yang hebat dalam hidupnya ketika mengalami ketakukan setelah mendengar ancaman dari Izebel. Dalam peristiwa Petrus, pada waktu itu Tuhan tanya siapakah Aku ini? Petrus menjawab: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup! Petrus begitu di puji namun beberapa saat kemudian Petrus di tegor oleh Tuhan karena jawabnya kepada Yesus di mana Petrus memberikan respon yang salah bahkan Petrus menyangkal Yesus.

Pelajaran yang kita ambil dari peristiwa Elia: Tidak ada yang hebat dari hidup kita.
Manusia tidak bisa selamanya mempunyai high performance karena sifat manusia selalu inkonsisten.
Dalam 1 Raja 19:4 Elia merasa gagal di hadapan Tuhan di mana dulu mempunyai keberanian, namun setelah mendapat ancaman adanya ketakutan. Dalam ketakutan, Elia sadar bahwa Tuhan tidak bisa memakai dirinya lagi dan Elia mau Tuhan pakai orang lain menggantikannya.
Peristiwa yang di alami Elia bisa juga di alami oleh kita sebagai anakNya. Kita sering mendengar, jika kita gagal maka Tuhan marah dan kita akan mendapatkan hukuman namun Tuhan kita tidaklah begitu. Pada waktu mengalami titik terendah dalam hidup Elia di 1 Raja 19:5 Tuhan menghampiri Elia , menghibur Elia, membangunkan Elia dan memberi makan Elia.
Iblis ingin menipu kita dengan gambaran bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang menghukum kita pada waktu mengalami kegagalan oleh sebab itu kita tidak boleh terkecoh dengan iblis karena iblis adalah bapa dusta. Tuhan kita adalah Bapa yang baik, Dia tahu siapa kita karena kita adalah ciptaannya dan Dia rela mati buat kita.
Iblis ingin pisahkan dari Tuhan, caranya yaitu dengan penghukuman.
Tuhan tidak pernah mengungkit – ngungkit kegagalan kita di masa lampau karena Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh kasih. Dia sangat mengasihi kita, oleh sebab itu kita jangan pernah takut datang kepada Tuhan meskipun kita sering merasa tidak pantas untuk datang kepada Dia.
Matius 12 : 20 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbuh yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai ia menjadikan hukum itu menang.
Tuhan tidak akan pernah menghakimi kita karena keadaan kita yang buruk, oleh sebab itu kita harus datang kepada Tuhan dan jangan pernah lari dari Tuhan.
Hidup kita sering kali naik turun, dan banyak kelemahan, oleh sebab itu kita harus bangga punya Allah yang selalu in touch kepada kita dan kita harus datang kepadaNya dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan pada waktunya (Ibrani 4:15-16).

TUHAN YESUS MEMBERKATI !!

Sermon Digest

Our Videos