Hidup Yang Berdampak

Hari Minggu Tanggal : 10 Maret 2019
Ibadah Jam : 08.00 – 09.45
Pembicara : Pdm.Julius Eka Kristanudjaja
Tema : Hidup yang Berdampak
Ayat : Yehezkiel 36:26-27

Yehezkiel 36:26-27 Kamu akan kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan – peraturan-Ku dan melakukannya.

Tahun 2019 adalah Tahun kelahirah baru di mana Tuhan akan menuntun kita dan menasehati kita sesuai dengan firman Tuhan, bahkan lebih lagi.
Ketika kita mempunyai hati yang baru dan roh yang baru, hidup kita harus berdampak pada sekitar kita.

Bagaimana hidup kita harus berdampak?
1. Menjadi Garam.
Matius 5:13 ”Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia di asinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan di injak orang.
Kita adalah garam dunia artinya Tuhan sudah memberikan kapasitas kepada kita untuk menjadi garam bukan hanya lingkungan kecil tapi bagi bangsa – bangsa.
Fungsi garam :
a. Penyedap masakan di mana fungsi garam untuk mengikat bumbu – bumbu menjadi satu kesatuan.
b. Sebagai obat.
Obat itu kecil tapi bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Contoh : Apabila ada teman yang sakit, maka kita sebagai garam datang untuk mendoakan sehingga terjadi kesembuhan.
c. Mencegah kebusukan.
Garam tidak boleh menjadi tawar, maksudnya : hidup kita jangan menjadi tawar /
tidak bergairah lagi. Untuk terus menjadi garam supaya tidak menjadi tawar, kuncinya adalah mempunyai hubungan pribadi dengan Tuhan.

2. Menjadi Terang
Matius 5:14-16 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga,
Sama seperti garam, Tuhan sudah memberikan kepada kita kapasitas dunia sebagai terang dan Yesus adalah sumber terang itu. Untuk terus menjaga supaya kita terus menyala dan menjadi terang adalah mempunyai hubungan pribadi dengan Tuhan.
Yohanes 8: 12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: ” Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.
Pada waktu kita menjadi terang dan berdampak, maka banyak orang yang akan mencontoh kehidupan kita sehingga nama Tuhan di permuliakan.

Kedatangan Tuhan untuk ke -2 kalinya sudah dekat, biarlah kita menjadi garam dan terang bukan hanya bagi lingkungan kecil namun sampai ke bangsa – bangsa..

TUHAN YESUS MEMBERKATI !!

Sermon Digest

Our Videos