Hujat Terhadap Roh Kudus

*Hujat terhadap Roh Kudus*

Efesus 4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah
memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

Orang yang berkali-kali menolak teguran dan penginsafan jelas dari Roh
Kudus (Yoh 16:8-11) dan membenci didikan dan teguran-Nya (Ibr 12:5-11,25)
menghadapi risiko mengeraskan hati mereka hingga mencapai titik dikerat
dari kemurahan Allah dan dihukum oleh-Nya. Tidak seorang pun dapat berbuat
dosa terus-menerus dan menolak kasih karunia, kemurahan, serta kasih Allah
tanpa akhirnya mengalami penderitaan yang tidak dapat diganti (baca 1Sam
2:25)
Hujat terhadap Roh Kudus adalah penolakan terus-menerus dan dengan sengaja
terhadap kesaksian Roh Kudus mengenai Kristus, Firman-Nya dan karya-Nya
yang menginsafkan orang akan dosa (bd. Yoh 16:7-11). Orang yang menolak dan
melawan suara Roh Kudus ini menjauhkan diri sendiri dari satu-satunya
kekuatan yang dapat membawanya kepada pengampunan dosa. Proses yang membawa
kepada hujat terhadap Roh Kudus adalah sebagai berikut:
1) Mendukakan Roh (Ef 4:30), apabila diteruskan akan membuat orang
menentang Roh Kudus (Kis 7:51);
2) Menentang Roh Kudus akan membawa kepada memadamkan api Roh (1Tes 5:19);
3) Memadamkan api Roh membuat seseorang mengeraskan hatinya (Ibr 3:8-13);
4) Mengeraskan hati menghasilkan pikiran yang rusak sehingga yang benar
dikatakan salah dan yang salah dikatakan benar (Yes 5:20; Rom 1:28). Pada
saat pengerasan hati ini telah mencapai tingkatan tertentu, yang ditetapkan
oleh Allah saja, maka Roh Kudus tidak lagi akan berusaha untuk menuntun
orang itu kepada pertobatan (bd. Kej 6:3; Ul 29:18-21; 1Sam 2:25; Ams 29:1).
Alkitab mengajarkan bahwa orang yang sungguh-sungguh percaya dan didiami
oleh Roh Kudus tidak mungkin kerasukan setan; Roh Kudus dan setan-setan
tidak dapat tinggal bersama-sama dalam satu tubuh (2Kor 6:15-16) Akan
tetapi, setan-setan dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan tindakan
orang percaya yang tidak menuruti pimpinan Roh Kudus (Mat 16:23; 2Kor
11:3,14).

Roh Kudus akan menyatakan pimpinanNya kepada setiap umat beriman, walau
tidak setiap umat beriman mengerti dengan baik. Tetapi manusia rohani akan
mengerti baik, sebab ia senantiasa mendengar suara Roh Kudus dalam
saat-saat persekutuannya secara pribadi dengan Allah. Manusia rohani akan
memiliki visi yang jelas dalam setiap pelayanan yang ia lakukan. Sama
seperti pengalaman rasul Paulus dalam Kisah Rasul 16:6-10, ketika Roh Kudus
mencegah rasul Paulus untuk memberitakan Injil ke Asia. Rasul Paulus
mengetahuinya dengan jelas. Juga ketika Roh Kudus menghendaki rasul Paulus
untuk memberitakan Injil ke Makedonia, dengan jelas Paulus memahami dan
taat. Rasul Paulus adalah manusia rohani yang setiap saat dalam
pelayanannya bagi Tuhan mengetahui pimpinan Roh Kudus, sehingga sekali pun
dalam pelayanannya ia dihadapkan dengan berbagai macam kesulitan bahkan
aniaya, sama sekali ia tidak undur. Rasul Paulus sungguh meyakini bahwa
pelayanan yang sedang dikerjakannya adalah pimpinan Tuhan di dalam
hidupnya. Itulah sebabnya ketika tiba saatnya ia akan meninggalkan dunia
ini dan kembali kepada Bapa di Surga, dengan penuh kemenangan ia berkata:

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis
akhir dan aku telah memelihara iman.”

Demikian pula dengan Stefanus, di tengah hujan batu yang menimpa dan
menghancurkan tubuhnya, dengan tabah ia menyerahkan nyawanya kepada Tuhan.
Sebab ia tahu tugasnya di dunia ini telah selesai dan Tuhan Yesus telah
menanti kedatangannya di dalam kemuliaan surgawi.

Mat 16:23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis.
Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang
dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Keinginan terbesar kita seharusnya hidup kudus dan berkenan kepada Allah.
Ini menuntut memisahkan diri dari dunia dan makin mendekati Allah (ayat Rom
12:2). Kita harus hidup bagi Allah, menyembah Dia, menaati Dia, bersama
dengan Dia menentang dosa dan membela kebenaran, menolak dan membenci
kejahatan, melakukan pekerjaan baik untuk orang lain, meniru Kristus,
mengikut Dia, melayani Dia, hidup sesuai dengan Roh dan dipenuhi oleh Roh.
Pengetahuan akan kehendak Allah adalah akibat dari berdoa dan tetap tinggal
dalam Firman-Nya dan dalam persekutuan dengan Dia. Kita harus
mempersembahkan tubuh kita kepada Allah sebagai sudah mati kepada dosa dan
hidup bagi Kristus, sebagai rumah Roh Kudus.

Bagi orang yang khawatir mengenai kemungkinan telah melakukan dosa yang
tidak bisa diampuni ini, kenyataan bahwa ia ingin memperoleh pengampunan
dosa dan kesediaan untuk bertobat dari dosa adalah bukti bahwa ia tidak
melakukan dosa yang tak terampuni ini.

1. Berdoa khusus agar Roh Kudus menginsafkan orang yang terhilang (terutama
anggota Keluarga yang belum percaya) akan dosa, kebenaran, dan penghakiman
yang akan datang (Yoh 16:7-11).
2. Berdoa dan mendambakan manifestasi Roh lewat karunia-karunia kesembuhan,
berbahasa roh, mukjizat, dan tanda-tanda ajaib (Kis 4:29-33; 10:38; 1Kor
12:7-11).

[Non-text portions of this message have been removed]

ARTICLE